CULTURAL HYBRIDITY BETWEEN CHINESE LOCAL GOD AND JAVANESE CULT

  • yulie neila chandra Unsada
Keywords: cultural, hybridity

Abstract

Hubungan antara  etnik Tionghoa dan non Tionghoa di Jambi telah berlangsung sejak lama. hal ini dapat dilihat dari Berita Tionghoa dan berita prasasti. Berita Tionghoa Ling Piao Lu I (889-904 Masehi) menyebut Pi-chan (= Jambi) mengirim misi dagang ke Tiongkok, sedangkan Kitab Sejarah Dinasti Song (960-1279 Masehi) Buku 489 menyebutkan raja tinggal di Chan-pi (=Jambi). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas kerajaan Malayu pada masa awalnyta (sebelum kerajaan Sriwijayae abad ke 7 Masehi ) berlokasi di daerah hilir Batanghari dengan pusatnya di sekitar kota Jambi sekarang (Utomo, 2016:63). Selain itu juga adanya peninggalan dari situs-situs di daerah hilir Batanghari yang sebagian besar berupa keramik dari Cina. Di situs Koto Kandis, situs Suak Kandis, dan situs Muara

 

Published
2019-03-21
Section
Articles